Regenerasi Petani Dorong Lahirnya Petani Milenial

Sebanyak 90% petani Indonesia sudah memasuki fase kurang produktif. Regenerasi petani menjadi salah satu faktor kunci untuk kemajuan dan modernisasi pertanian Indonesia. Melalui regenerasi, penggarapan lahan, proses produksi, dan agrobisnis akan dijalankan oleh mayoritas kelompok petani muda atau kaum milenial yang biasanya bekerja lebih produktif dan efisien dengan memanfaatkan teknologi serta selalu kreatif berinovasi.

Menurut Ketua Umum Pemuda Tani HKTI, Rina Sa’adah Adisurya, kunci dari petani dan pertanian berteknologi adalah adanya regenerasi petani. Lalu, untuk menarik anak-anak muda ke pertanian, kita harus menjadikan sektor pertanian itu menjanjikan dan menguntungkan dengan pembukaan akses pasar, inovasi, dan teknologi.  Saat ini, ada 33,4 juta petani di Indonesia. Dari jumlah itu, 2,7 juta petani usia milenial dan 30,4 juta usia ‘kolonial’. Jadi kita sedang bermasalah dalam hal fase umur petani.

Data BPS menunjukkan bahwa di wilayah perdesaan hanya sekitar 4% anak muda berusia 15-23 tahun yang tertarik bekerja menjadi petani. Sisanya memilih bekerja di sektor industri, sektor industri kecil-menengah, atau sektor informal kota. Hal itu  karena pekerjaan non-pertanian itu  dipandang lebih potensial untuk menjamin kesejahteraan di masa depan.

Minimnya minat generasi milenial untuk terlibat dan terjun langsung dalam sektor pertanian menandakan bahwa pertanian hari ini dinilai sudah tidak menguntungkan lagi. Selain itu, secara status sosial masih dipandang rendah. Oleh karena itu kaum muda kehilangan gairah untuk bertani. Oleh karena itu, sekali lagi perlu ditekankan bahwa melibatkan generasi muda adalah kuncinya, dan pertanian modern adalah solusi untuk menarik generasi muda agar terlibat dalam bisnis pertanian. Kaum muda di kalangan milenial perlu didorong untuk menjadi petani. Sebab,  jadi petani saat ini adalah termasuk gaul dan perlu melek teknologi.

Presiden Joko Widodo sendiri telah mengarahkan seluruh kementeriannya untuk menyiapkan generasi muda menghadapi era revolusi industri 4.0, termasuk petani milenial. Kementan sendiri telah menargetkan penambahan satu juta petani muda untuk memakmurkan Indonesia ke depan. Jika ini terlaksana, maka Indonesia ke depan akan makmur sebab sektor pertanian adalah sektor prioritas dengan jumlah pintu pasar paling banyak di dunia. Apalagi, dunia internasional saat ini semakin membutuhkan pangan sebagai asupan pokok yang harus tersedia setiap hari.

(Sumber : Republika.co.id, diakses pada hari Sabtu, 14 Maret 2020 pukul 10:11 WIB)

DIREKTORAT KAJIAN KABINET PANEN RAYA [HIMAGRON 2020]

https://www.instagram.com/p/B93n2ltl7sW/?igshid=11gk4z4qe93ko