KOKEDAMA

Saat ini, kokedama populer di taman-taman yang ada di Jepang. Selain karena bentuknya yang unik dan lucu, teknik pembuatannya pun tak kalah menarik. Walau kelihatannya hanya sebuah bola tanah yang dibungkus dengan lumut, namun terdapat sisi art dalam teknik pembuatan tersebut. Itulah sebabnya media tanam ini sering disebut “seni kokedama” sehingga dalam pembuatannya dapat dilihat segi kreativitas pembuatnya.

Selain lumut, Kokedama juga bisa menggunakan sabut kelapa. Media tanam sabut kelapa, untuk kita orang Indonesia Tentu saja lebih mudah ditemukan dibandingkan lumut. Warung penjual kelapa parut dekat rumah pun pasti punya sabut kelapa. Kokedama sabut kelapa bisa menjadi alternatif pilihan. Namun, sabut kelapa lebih mudah ditumbuhi jamur dari lumut. Menurut Bondra (2018), Sabut kelapa merupakan salah satu limbah yang kurang termanfaatankan. Alasan lain memilih sabut kelapa bukan hanya kuantitas yang melimpah tetapi juga karena ramah lingkungan.

Karakteristik dari kokedama meliputi asimetris, kasar, ekonomis, dan simpel. Secara terminologi, berasal dari kata “koke” yang berarti lumut atau moss dan “dama” yang berarti bola atau ball, sehingga kokedama biasa disebut bola lumut, Arti yang lebih luas yaitu tanah yang dibentuk seperti bola dan dibungkus dengan lumut atau sabut kelapa

Menurut Garneti (2017), Tanaman hias untuk kokedama yang biasa menjadi pilihan adalah sukulen dan kaktus.

DAFTAR PUSTAKA

Bondra, M., Setiawan, A. P., & Nilasari, P. F. (2018). Penelitian Serabut Kelapa Sebagai Material Lantai Ecofriendly dan Biodegradable. Intra, 6(2), 431-436.

 Garneti, A. E. (2017). Analisis Strategi Pemasaran Dalam Upaya Peningkatan Volume Penjualan Tanaman Hias Boneka Lumut Dengan Media Tanam Kokedama Pada Umkm Planter Craft Bandung (Doctoral dissertation, Universitas Brawijaya).

View this post on Instagram

[Panen Raya News Flash] Hallo mahasiswa/i Agroekoteknologi!! Saat ini, kokedama populer di taman-taman yang ada di Jepang. Selain karena bentuknya yang unik dan lucu, teknik pembuatannya pun tak kalah menarik. Walau kelihatannya hanya sebuah bola tanah yang dibungkus dengan lumut, namun terdapat sisi art dalam teknik pembuatan tersebut. Itulah sebabnya media tanam ini sering disebut “seni kokedama” sehingga dalam pembuatannya dapat dilihat segi kreativitas pembuatnya. Selain lumut, Kokedama juga bisa menggunakan sabut kelapa. Media tanam sabut kelapa, untuk kita orang Indonesia Tentu saja lebih mudah ditemukan dibandingkan lumut. Warung penjual kelapa parut dekat rumah pun pasti punya sabut kelapa. Kokedama sabut kelapa bisa menjadi alternatif pilihan. Namun, sabut kelapa lebih mudah ditumbuhi jamur dari lumut. Menurut Bondra (2018), Sabut kelapa merupakan salah satu limbah yang kurang termanfaatankan. Alasan lain memilih sabut kelapa bukan hanya kuantitas yang melimpah tetapi juga karena ramah lingkungan. Karakteristik dari kokedama meliputi asimetris, kasar, ekonomis, dan simpel. Secara terminologi, berasal dari kata “koke” yang berarti lumut atau moss dan “dama” yang berarti bola atau ball, sehingga kokedama biasa disebut bola lumut, Arti yang lebih luas yaitu tanah yang dibentuk seperti bola dan dibungkus dengan lumut atau sabut kelapa Menurut Garneti (2017), Tanaman hias untuk kokedama yang biasa menjadi pilihan adalah sukulen dan kaktus. ㅤ DIREKTORAT KAJIAN KABINET PANEN RAYA [HIMAGRON 2020] ㅤ Bravo!! Himagri!! Himagri!! Jaya!! Agronomi!! Milik Kita!! ㅤ #KabinetPanenRaya #HimagronUntirta #FapertaJaya

A post shared by HIMAGRON UNTIRTA (@himagron_untirta) on