Manggis

Manggis (Garcinia mangostana L.) merupakan tumbuhan yang berasal dari daerah Asia Tenggara meliputi Indonesia, Malaysia, Thailand dan Myanmar. Manggis merupakan tumbuhan fungsional karena sebagian besar dari tumbuhan tersebut dapat dimanfaatkan sebagai obat. Diluar negeri manggis dijuluki sebagai “Quen of the Tropical Fruits” yang merupakan refleksi perpaduan dari rasa asam manis yang tidak di punyai oleh komoditas buah lainnya. Di Indonesia manggis disebut dengan berbagai macam nama lokal seperti manggu (Jawa barat), Manggus (lampung), Manggusto (Sulawesi Utara), Manggista (Sumatera Barat).

        Kandungan Senyawa Buah Manggis (Garcinia manggostana L)

    Zat Gizi Jumlah Zat Gizi
1 Kalori 63,00    kal
2 Protein 0,60    gram
3 Lemak 0,60    gram
4 Karbohidrat 15,60    mg
5 Kalsium 8,00    mg
6 Fosfor 12,00    mg
7 Besi 0,80    S.I.
8 Vitamin A 0    mg
9 Vitamin B1 0,03    mg
10 Vitamin C 2,00    mg
11 Air  83,00 gram

      Kandungan Senyawa Lainnya;

  1. Kandungan Senyawa Lain di dalam Buah Manggis

Senyawa Aktif xanthones (Mangostin, Alfa Mangostin, Beta Mangostin, Mangostenol, Mangostanol, Mangostinon A, Mangostenon B, Tovophyllin B, Trapezifolixanthone, Garcinon B, Flavonoid Epicatechin, dan Gartanin).(Joze Pedraza-Chaverri, et al.,2008)

  • Catechins

Catechins terbukti mengandung lima kali antioksidan dibanding vitamin C.

  • Polysacharides dan Quinones

Polysaccharides dan Quinones dikenal sebagai antibakteri sehingga dapat melindungi tubuh dari bakteri dan berfungsi sebagai pencegah kanker.

  • Stilbenes

Stilbenes adalah zat mencegah timbulnya aneka jamur yang merugikan tubuh.

I. Manfaat Kulit Buah Manggis

Beberapa hasil penelitian telah membuktikan bahwa kulit buah manggis mengandung senyawa yang memilki aktivitas farmakologi sebagai antiinflamasi, antihistamin, antibakteri, antijamur, antimalaria, hipertensi, stroke, terapi HIV dan anti-aging

(Moongkarndi dkk, 2004; Masniari Poeloengan dan Praptiwi,2010; Jiang DJ dkk, 2004). Wiwin Supiyanti dkk (2010) telah melakukan uji aktivitas antioksidan ekstrak kulit buah manggis dengan menggunakan metode DPPH dan berhasil menunjukkan bahwa ekstrak kulit buah manggis mempunyai daya antioksidan yang sangat kuat dengan nilai EC50 kurang dari 50 μg/ml yakni sebesar 8,55539 μg/ml dan kadar antosianin total 59,3 mg/100 gram. Antosianin adalah pigmen yang bisa larut dalam air dan secara kimiawi dapat dikelompokkan dalam golongan flavanoid dan fenolik (Steed dan Truong, 2008). Zat tersebut berperan dalam pemberian warna terhadap bunga atau bagian tanaman lain dari mulai merah, biru, ungu, dan kuning (Samsuddin dan Khoiruddin,2008). Ekstrak etanol kulit buah manggis (Garcinia mangostana L) mengandung senyawa kimia golongan alkaloida, flavanoida, glikosida, saponin, tannin, dan steroid/triterpenoid (Fidayani Pasaribu, dkk. 2012). Ini menjadi dasar bahwa kulit buah manggis dapat dimanfaatkan sebagai sumber antioksidan alami dan sumber zat warna alami. Penelitian lain yang dilakukan oleh Nugroho, membuktikan bahwa Xanton yang memiliki banyak derivat yang terkandung dalam kulit buah manggis merupakan antioksidan yang sangat tinggi yang memilki aktiviitas farmakologi yang sangat efektif. Nilainya mencapai 17.000-20.000 ORAC (Oxygen radical Absorbance Capacity). Per 100 ons (sekitar 2835 gram kulit), lebih besar dari wortel dan jeruk yang kadar ORAC- nya hanya 300 dan 2.400 (Stevi G Dungir, dkk; 2012). Selain itu, menurut Polytechnic Full Education Website Competition, kulit buah manggis juga dapat digunakan untuk mengobati sariawan, disentri, nyeri urat, sembelit, bahkan juga sebagai Anti-fatigue, Anti-obesity, dan Anti-glaukomic. Di Indonesia buah dan kulit Manggis (Garcinia mangostana L.) banyak digunakan untuk mengobati berbagai penyakit infeksi dan degeneratif seperti hipertensi, aterosklerosis. Bahkan dipercayai dengan mengkomsumsi buah dan kulit Manggis secara rutin dapat menghilangkan resiko terhadap kanker.

                                          SUMBER

Dalimartha, S. 2003. Atlas Tumbuhan Obat Indonesia, Jilid III. Puspa Swara. Jakarta.

Direktorat Gizi, Depatemen Kesehatan RI. 1981. Kandungan Buah Manggis. Jakarta.

Fidayani Pasaribu, Panal Sitorus, Bahri Saiful. 2012. Uji Ekstrak Kulit Buah Manggis (Garcinia mangostana L) Terhadap Penurunan Kadar Glukosa Darah. Journal of Pharmaceutics and Pharmacology 1: 1-8.

Jiang DJ, Dai Z, Li YJ, 2004. Pharmachological Effects of xanthones as Cardiovaskuler Protective Agents. Cardiovaskuler Drug Review. 22:91-02.

Jose Pedraza-Choverri, Rodriguez.N.C, Ibarra M.O, Jazmin M, & Rojas  Peres. 2008. Review Medical Properties of Mangosteen (Garcinia mangostana). Food and Toxicology.46:3227-3239.

Kementerian Riset dan Teknologi Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu & Teknologi. 2011. Tentang Budidaya Pertanian: Manggis. Jakarta. 1-5. www. Ristek.go.id.

Masniari Poeloengan dan Praptiwi, 2010. UJi Aktifitas Antibakteri Ekstrak Kulit Buah Manggis (Garcinia mangostana). Media Litbang Kesehatan. 20:65-9.

Moongkarndi P, Kosem, N., kaslungka, S., Luarantana, O., Pongpan, N. 2004. Antiploriferation, antioxidant, and induction of apoptosis by Garcinia mangostana on SKBR3 human breast cancer cell line. Journal Ethnopharmacol. 90:161-166.

Nugroho.A.E.2009 Manggis (Garcinia manggasto): Dari Kulit Buah Yang Terbuang Hingga Menjadi Kandidat Suatu Obat. Laboratorium Farmakologi dan Toksikologi, Bagian Farmakologi dan Farmasi Klinik, Fakultas Farmasi, Universitas Gadjah Mada. Jogjakarta.

Samsuddin, AM dan Khoiruddin. 2008. Ekstraksi Filtrasi Membran dan Uji Syabilitas Zat warna dari Kulit Manggis (Garcinia mangostana) (Makalah Penelitian). Jurusan Tehnik Kimia. Universitas Diponegoro

teed, LE & V.D Truong, 2008. Anthocyanin content, antioxidant activity and selected physical properties of flowble purple-fleshed sweetpotato. Journal of Food Science. 73 (5) 215-224

Sub Direktorat Budidaya Tanaman Pohon dan Perdu. 2012. Kandungan Gizi dan Manfaat Buah Manggis.                    Available at.www.ditbuah.holtikultura.deptan.go.id

Supiyanti W, Wulansari ED, Kusmita L. 2010. Uji aktvitas Antioksidan dan Penentuan Kandungan Antosianin Total Kulit Buah Manggis (Garcinia manggostana L). Majalah Obat Tradisional 15 (2), 64-70.

Stevi G, Dewa G, Vanda S. 2012. Aktivitas antioksidan Ekstrak fenolik dari Kulit Buah Manggis (Garcinia manggostana L). Jurnal MIPA USRAT Vol 1.11-15

Tjitrosoepomo, G. 1994. Taksonomi Tumbuhan (Spermatophyta). Gadjah Mada University Press. Yogyakarta.

Winarno. 1997. Kimia Pangan dan Gizi. PT. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta.