pH Tanah

pH adalah tingkat keasaman atau kebasaan yang diukur dengan menggunakan skala pH antara 0 hingga 14. Sifat asam mempunyai pH antara 0 hingga 7 dan sifat basa mempunyai nilai pH 7 hingga 14. Berdasarkan pengertian asam-basa menurut Arrhenius beserta sifat-sifatnya, suatu senyawa bersifat asam dalam air karena adanya ion H+. Adapun suatu senyawa yang bersifat basa dalam air jika ada ion OH-. pH adalah kepanjangan dari pangkat hidrogen atau power of hydrogen. pH larutan menyatakan konsentrasi ion H+ dalam larutan. Suatu zat asam yang di masukkan ke dalam air akan mengakibatkan bertambahnya ion hidrogen (H+) dalam air dan berkurangnya ion hidroksida (OH-). Sedangkan pada basa, akan terjadi sebaliknya. Zat basa yang dimasukkan ke dalam air akan mengakibatkan bertambahnya ion hidroksida (OH-) dan berkurangnya ion hidrogen (H+). Jumlah ion H+ dan OH- di dalam air dapat di gunakan untuk menentukan derajat keasaman atau kebasaan suatu zat. Semakin asam suatu zat, semakin banyak ion H+ dan semakin sedikit jumlah ion OH- di dalam air. Sebaliknya semakin basa suatu zat, semakin sedikit jumlah ion H+ dan semakin banyak ion OH-.

Tanah adalah media alami yang diperlukan dalam kegiatan bercocok tanam. Pada setiap tanah memiliki kandungan unsur hara yang berbeda-beda. Banyak sedikitnya kandungan unsur hara pada tanah merupakan indikator tingkat kesuburan tanah tersebut. Kandungan unsur hara dan tingkat kesuburan tanah berperan penting dalam proses pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Dan tingkat kesuburan tanaman itu sendiri tergantung pada kemampuan tanaman dalam menyerap unsur hara yang tersedia dalam tanah. Faktor penting yang mempengaruhi proses peyerapan unsur hara oleh akar tanaman adalah derajat keasaman tanah (pH tanah).

Pada reaksi tanah yang netral yaitu pH tanahnya 7 maka unsur hara tersedia dalam jumlah yang banyak. pH tanah juga mempunyai pengaruh langsung atau tidak langsung pada tanaman. Menurut Sopardi (1979), ada tiga alasan utama nilai pH sangat penting untuk diketahui yaitu:

  1. Menentukan mudah tidaknya ion-ion unsur hara yang desarap oleh tanaman, pada umumnya unsur hara yang diserap tanaman pada keadaan pH yang netral, karena pada pH tersebut sebagian besar unsur hara mudah larut didalam air.
  2. pH juga menunjukan keberadaan unsur-unsur yang bersifat racun bagi  tanaman.
  3. pH tanah juga sangat mempengaruhi perkembangan mikro organisame dalam tanah pada pH 5.5 – 7.0 bakteri jamur pengurai organisme dapat berkembang dengan baik.

Nilai pH tanah di alam berbeda-beda pada setiap lokasi. Nilai pH tanah ditentukan oleh beberapa faktor, seperti : Kondisi musim setiap tahunnya, Cara bercocok tanam, Cara pengambilan sampel tanah, Kandungan air pada saat pengambilan sampel dan Metode pengukuran pH yang diguanakan. Selain itu juga, faktor-faktor lain yang menentukan nilai pH tanah adalah pencucian kation basa dan vegetasi atau tanaman yang tumbuh di atas permukaan tanah. Tanaman dapat mempengaruhi pH tanah karena akar tanaman mampu mengeluarkan eksudatm akar berupa asam organik. Dekomposer dari serasah-serasah tanaman juga dapat juga mempengaruhi nilai pH dari suatu tanah.

Manfaat dengan mengetahui pH tanah pada bidang pertanian adalah dengan mengetahui pH tanah akan menjadikan kegiatan pertanian lebih mudah karena telah mengetahui jenis maupun kandungan asam dan basa tanah, sehingga dapat menentukan komoditas apa yang cocok dibudidayakan pada tanah tersebut (Rappang, 2011).

Cara mengetahui pH tanah yang paling akurat adalah menggunakan sebuah alat pengukur pH yang disebut dengan pH meter. Namun sayangnya, banyak petani yang tidak memiliki alat ini. Mungkin karena harganya yang cukup mahal atau kurangnya pengetahuan tentang pentingnya mengetahui pH tanah. Padahal pengetahuan tentang derajat keasaman tanah sangat berperan dalam keberhasilan suatu budidaya tanaman. Tanaman tidak akan tumbuh dan berproduksi dengan maksimal jika tanah dalam kondisi asam maupun basa. Dengan mengetahui pH tanah, petani bisa menentukan skala pH yang ideal untuk pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Sehingga kerugian dapat diminimalisir.

Selain menggunakan pH meter, mengukur pH tanah bisa juga dilakukan dengan menggunakan kertas lakmus. Namun pengukuran menggunakan kertas lakmus memiliki keterbatasan karena tidak bisa diketahui angka skala pH tersebut. Pengukuran dengan kertas lakmus hanya bisa menentukan apakah tanah tersebut asam, netral ataupun basa. Sementara angka skala derajat keasamannya tidak bisa diketahui. Namun demikian kertas lakmus cukup membantu dalam mengetahui kondisi dan sifat tanah.

DAFTAR PUSTAKA

Burhani,2019.http://cybex.pertanian.go.id/mobile/artikel/87386/Ph-Tanah-Dan-Cara Pengukurannya/. Diakses pada tanggal 21 Mei 2020 pukul 22.25 WIB.

Rappang, 2011. Tanah Untuk Pertanian. http://bpp-rappang.blogspot.com. diakses pada tanggal 21 Mei 2020 pukul 22.15 WIB.

Soepardi G, 1979. Sifat Dan Ciri Tanah, The Nature and Properties of soild, by Brandy, 1975.