Kaktus

Hallo mahasiswa Agroekoteknologi!!! Tentunya kita udah gak asing lagi kan dengan tanaman kaktus? Yapp, kaktus merupakan salah satu jenis tanaman sukulen yang belakangan ini populer di kalangan pecinta tanaman hias. Tren tanaman kaktus hias menjadi populer bukan tanpa alasan loh, melainkan karena kaktus memiliki penampilan yang unik dan khas, serta merupakan jenis tanaman hias yang tangguh dalam kondisi apapun. Tak heran jika tanaman hias ini banyak digemari oleh masyarakat.


Tanaman yang berasal dari family Coctaceae ini datang dari benua Amerika. Tampilannya yang unik dan menarik membuat tanaman ini kerap dijadikan sebagai hiasan dan dekorasi untuk mempercantik rumah. Karena itulah, tak sedikit pula yang menjadikannya sebagai peluang bisnis yang cukup menguntungkan.


Selain dikenal sebagai tanaman hias, kaktus juga memiliki beragam manfaat. Bagian dari kaktus yang dimanfaatkan berupa batang dan buah dapat digunakan langsung baik secara tradisional maupun dalam bentuk ekstrak. Sari buah tanaman kaktus juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan makanan yang dapat diolah. Kandungan flavonoid dalam kaktus berfungsi sebagai antioksidan sehingga sangat baik untuk mencegah kanker, menurunkan berat badan, mengurangi resiko diabetes, melindungi struktur sel, meningkatkan efektivitas vitamin C, anti-inflamasi, mencegah keropos tulang, dan sebagai antibiotik.


Nah, setelah mengetahui nilai estetis dan beragam manfaat yang dimiliki tanaman kaktus, kita jadi tertarik kan untuk bisa menanamnya sendiri dirumah? Tenang saja, tanaman kaktus ini merupakan salah satu tanaman yang cukup mudah untuk dibudidayakan kok. Mulai dari persiapam bibit, persiapam media tanam, hingga perawatan dan pemeliharaannya tidak memerlukan bahan atau teknik yang rumit.

Untuk persiapan bibit, kita hanya perlu mempersiapkan bibit yang berkualitas. Bibit tersebut sangat mudah untuk didapatkan karena tersedia di toko tanaman hias. Untuk persiapan media tanam, kita cukup mempersiapkan media tanam yang kering dan tidak tahan udara, seperti pasir, arang sekam, dan pupuk kompos dengan perbandingan 1:1:1. Terakhir, untuk perawatan dan pemeliharaannya dapat menyesuaikan dengan tingkat kekeringan media tanam, juga karakteristik dari tanaman tersebut. Sebagai contoh, beberapa jenis kaktus menyukai tempat yang lebih gelap, dan sebagian yang lain menyukai penyinaran matahari secara penuh.


Jadi, tunggu apalagi? Yuk mulai melakukan kebiasaan baru yang bermanfaat, salah satunya adalah dengan membudidayakan tanaman hias kaktus. Selain untuk dinikmati keindahannya, juga sebagai pengisi waktu luang selama kita #dirumahaja.

Sumber :
Kartika, Trimin. 2018. Pemanfaatan Tanaman Hias Pekarangan Berkhasiat Obat di Kecamatan Tanjung Batu. Jurnal Ilmiah Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Vol. 15 (1).
Sumber gambar : https://akcdn.detik.net.id/visual/2018/10/22/8407c5ef-6431-41ec-a2d8-4deda21f9725_169.jpeg?w=650

DIREKTORAT KAJIAN KABINET PANEN RAYA