Buah Mengkudu

Buah mengkudu (Morinda citrifolia L.)

Dilihat dari komposisi kimianya, buah mengkudu mengandung komponen serat makan (dietary fiber) yang cukup tinggi, yaitu 3%/100 g buah yang dapat dimakan, sehingga berpotensi untuk diproses menjadi produk olahan berserat tinggi.
Buah mengkudu mengandung berbagai senyawa yang penting bagi Kesehatan. buah mengkudu mengandung senyawa metabolit sekunder yang sangat bermanfaat bagi kesehatan, selain kandungan nutrisinya yang juga beragam seperti vitamin A, C, niasin, tiamin dan riboflavin, serta mineral seperti zat besi, kalsium, natrium, dan kalium. Beberapa jenis senyawa fitokimia dalam buah mengkudu adalah terpen, acubin, lasperuloside, alizarin, zat-zat antrakuinon, asam askorbat, asam kaproat, asam kaprilat, zat-zat skopoletin, damnakantal, dan alkaloid (Anon 1997 dalam Pohan dan Antara 2001).

Senyawa turunan antrakuinon dalam mengkudu antara lain adalah morindin, morindon dan alizarin, sedangkan alkaloidnya antara lain xeronin dan proxeronin (prekursor xeronin). Xeronin merupakan alkaloid yang dibutuhkan tubuh manusia untuk mengaktifkan enzim serta mengatur dan membentuk struktur protein (Solomon 1998).


Berbagai penelitian telah membuktikan adanya aktivitas antibakteri dari mengkudu. Acubin, lasperuloside dan alizarin serta komponen antrakuinon lainnya terbukti mempunyai aktivitas antibakteri. Komponen-komponen tersebut dapat menghambat berbagai bakteri seperti P. aeruginosa, Proteus morgaii, Staphylococcus aureus, Bacillus subtilis, E. coli, Salmonella, dan Shigela serta dapat digunakan sebagai obat pada infeksi kulit, flu (batuk), dan demam yang disebabkan oleh bakteri. Ekstrak buah matang menunjukkan aktivitas antibakteri terhadap P. aeruginosa, M. pyrogenes, dan E coli (Bushnel et al. dalam Wang et al. 2002).

Sumber:
Christina Winarti, Peluang Pengembangan Minuman Fungsional Dari Buah Mengkudu (Morinda citrifolia L.), jurnal litbang pertanian 24 (4), 149-155, 2005.