HIDROTON

Media tanam adalah salah satu faktor penting yang sangat mempengaruhi produktivitas pertumbuhan tanaman. Terdapat media dari tanah liat yang dibentuk bulat dan dipanaskan pada suhu tinggi yang dikenal sebagai media hidroton di kalangan petani sistem hidroponik Jerman. Efek pembakaran tanah liat menjadi hidroton memberikan perubahan fisik terhadap warna dan kekerasan. Menurut Astuti (1997) tanah liat yang dibakar pada suhu berkisar antara 500−800°C akan menggelas, selain itu dapat menghilangkan uap air yang terikat pada molekul tanah liat, serta membakar habis unsur karbon dan bahan organik.

Dwi (2019) yang menyatakan pemberian bahan organik berupa cocopeat sebagai campuran pada pembuatan hidroton menghasilkan pertumbuhan dan produktivitas terbaik tanaman pakcoy dari segi fisiologis berupa bobot brangkasan, bobot basah, tinggi tanaman, jumlah daun dan panjang akar dibandingkan pemberian campuran bahan organik berupa arang sekam dan kompos serta hidroton tanpa campuran bahan organik.

Media hidroton yang ditambahkan bahan-bahan organik menghasilkan warna merah bata yang lebih gelap dengan warna sedikit kehitaman di permukaan hasil terbakarnya sisa bahan organik yang tidak tercampur merata serta terbentuk rongga-rongga kecil di permukaan. Oktafri et al., (2015) menyatakan warna kehitaman pada hidroton diduga disebabkan karena peletakan hidroton ditumpukan paling bawah saat proses pembakaran. Hidroton memiliki pH netral dan stabil dengan bentuk yang bulat (tidak bersudut) yang dapat mengurangi resiko merusak akar, dan ruang antar bulatan-bulatan ini bagus untuk ketersediaan oksigen bagi akar, hidroton dapat dipakai berulang-ulang untuk penanaman selanjutnya (Siregar et. al., 2017)

Menurut Kevin (2016), Berbagai keunggulan hidroton antara lain drainase yang baik dalam membuang kelebihan air (over watering) tetapi tetap menyimpan nutrisi yang cukup bagi akar, steril, pH netral, aerasi baik, mudah dipanen dan transplantasi, ramah lingkungan dan dapat digunakan berulang kali sehingga menghemat biaya produksi. Karena Hidroton hidroponik tidak berat, mereka adalah media yang ringan sehingga bila kita berharap menempatkan Hidroton hidroponik tersebut ke pot atau media tanam lain akan lebih gampang bukan cuma ringan, hidroton hidroponik juga gampang untuk ditempatkan kedalam wadah bagus itu wadah berukuran kecil ataupun besar atau memakai wadah kotak ataupun tabung.

Referensi

Astuti, A. (1997). Pengetahuan Keramik. Yogyakarta: Gajah Mada University Press.

Dwi, T. P. (2019). Pengaruh Karakteristik Hidroton Dengan Berbagai Komposisi Bahan Organik Terhadap Pertumbuhan Dan Produktivitas Tanaman Pakcoy Pada Hidroponik Sistem Rakit Apung. Sumedang.

https://tanamanhidroponik.net/tag/hidroton-adalah/

Kevin. (2016). Hydroton (Expanded Clay Pebbles) Growing Guide. Retrieved November 5, 2018, from https://www.epicgardening.com/expandedclay-pellets/

Siregar, M. 2017. Respon pemberian nutrisi AB Mix pada sistem tanam hidroponik terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman sawi (Brassica juncea). Journal of Animal Science and Agronomy Panca Budi. Vol. 2 No. 02 Hal. 18-24.